RSS

Pages

Tampilkan postingan dengan label Ultah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ultah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2015

Met HBD Anakku ...

MUHAMMAD RIZKY DWIPUTRA (2014-2015)


Anakkku, senyum dan bahagiaku membuat kami semakin kuat, kami akan memberikan yang terbaik untukmu, dengan bertambahnya usiamu, kamu semakin cerdas dan semakin membuat kami bahagia. selamat ulang tahun sayang.. (Ummi)

Selamat ulang tahun..!! hanya inilah seutas doa yang dapat kami berikan sebagai orang tuamu, , Ya tuhanku, jadikanlah anakku menjadi insan yang berguna bagi bangsa dan mendapat ridho-Mu, selamat uang tahun anakku.... (Abbi)

Adikku tersayang, di hari yang istimewa ini, sengaja kakak membelikan hadiah kecupan untukmu, karena hari ini hari ulang tahunmu, selamat ulang tahun yah.. semoga cepet besar. (Kakak Alfian)

Selasa, 06 Januari 2015

7 tahun Pernikahan

Kita telah melalui masa-masa suka dan duka bersama sebagai pasangan suami istri, yang saling melengkapi, saling menggenapi. Kita tersenyum bersama, menjalani perjalanan kehidupan pernikahan kita yang penuh dinamika. Indah, lucu, getir dan juga mengesankan.

Kau ajarkan aku menghiasi diri ini dengan akhlak dan keikhlasan. Kau bantu aku agar menjaga lisan dan kesabaran.  Allah telah mempertemukanku dengan Mujahid terbaik untukku, karna kau pun tak pernah lepas dari mempekuat dirimu dengan taqwa dan keteguhan untuk menjagaku.

Aku bersyukur kepada Allah SWT menjalani 7 tahun kehidupan pernikahan yang indah bersamamu dan juga kedua anak kita.

Jalan panjang dan terjal terbentang dihadapan kita, suamiku sayang. Tapi yakinlah, bersama-sama kita akan melewati semuanya dengan penuh keyakinan dan ketegaran. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menjaga kita dalam menempuh perjalanan itu.

Terimakasih yaa cinta, atas dedikasimu padaku. Tanpamu mungkin aku tak mampu mengenal hidup ini secara baik, tanpamu mungkin aku lemah mengenalkan dien ini pada anak-anak kita. Tanpamu mungkin kini ku rapuh dalam menjalani indahnya mengenal agama Allah. Betapa aku bersyukur karna Allah mencintaiku dan mencintaimu sehingga kita dipertemukannya dalam Naungan CintaNya.

Terimakasih telah menjadi suami yang hebat untukku dan Abbi yang luar biasa buat kedua anak kita selama ini.

Ingatlah sayang, cinta kita hanyalah aplikasi kecintaan kita pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tak ada cinta yang patut dijunjung tinggi selain cintaNya. Yakinlah bahwa aku hanya ingin mencintaimu karna Allah  :)




Jumat, 06 Januari 2012

4 tahun pernikahan


Dinda....
Tidak terasa, biduk rumah tangga kita telah berlayar demikian panjang
Suka dan duka telah kita arungi bersama....
Namun harapan indah ke depan masih terus kita kibarkan
Agar perjalanan menjadi lebih indah dan menyenangkan


Dinda....
Sepertinya perkembangan waktu menjadikan kita lebih dewasa....
Memahami dua insan yang berbeda memang terkadang sulit tapi menyenangkan
Membawa hati menjadi lebih sabar dan tenang, meski masih harus banyak belajar...
Namun...itu laksana tanaman yang tumbuh, perlu buaian dari yang menaruh harapan
Yang memerlukan sentuhan lembut, kasih sayang dan perlindungan...


Dinda...
Dalam perjalanan ini tentu saja banyak khilaf karena keterbatasan kita
Oleh karenanya....mari kita bersihkan dengan ikhlas segala noda yang mengotori
lubuk hati kita yang paling dalam
Kita pupuk kembali bahtera rumah tangga kita, agar tumbuh subur dan bermanfaat
bagi orang banyak...
Sehingga biduk itu berlayar dalam sakinnah, mawaddah, wa rahmah....
Yang di dalamnya di perkaya dengan anak2 yang sholeh dan sholehah yang
senantiasa mendoakan kedua orang tuanya......


Dinda....
Rasanya sudah sulit merangkai kata-kata yang lebih indah lagi....
Hanya ucapan terima kasih atas kesetiaan mendampingi hingga saat ini...
Selamat melewati 4 tahun usia pernikahan kita...semoga abadi.

Amiin.

Kamis, 10 Desember 2009

Sirami Bunga Kita Dengan Cinta

"Awal bulan depan, genap dua tahun pernikahan kita. Dik, sungguh aku sudah tidak sabar untuk mencium sepuasku hingga tak satupun orang lain kuberikan kesempatan mencium dan memeluknya sebelum aku, suamimu, bosan menciumnya.

Satu tahun sebelas bulan yang lalu, aku masih ingat saat datang ke rumahmu untuk berkenalan dengan keluargamu. Takkan pernah hilang dalam ingatanku, betapa kedatanganku yang ditemani beberapa sahabat untuk berkenalan malah berubah menjadi sebuah prosesi yang aku sendiri tidak percaya melakukannya, yah... aku melamarmu dik....

Padahal, baru satu minggu sebelum itulah kita berkenalan di depan kampus kita di pondok labu. Mas dari UPN dan kamu dari BSI, dan kita bertemu di tempat yang tak terduga. Waktu itu, aku tak berani menatap wajahmu meski ingin sekali aku beranikan diri untuk mengangkat wajahku dan segera menatapmu. Tapi, entah magnet apa yang membuatku terus tertunduk. Kenakalanku selama ini ternyata tidak berarti apa-apa dihadapanmu, kurasakan sebuah gunung besar bertengger tepat di atas kepalaku dan membuatku terus tertunduk.

Dik, masih ingatkah di malam pertama pernikahan kita ... ? hm.. hm. hm....

Indah bunga seroja di taman mungkin takkan pernah bisa mengungkapkan eloknya cinta kita, cinta yang didasari atas kecintaan kepada Allah. Allah-lah yang menciptakan hati, jiwa dan ragamu begitu rupa sehingga aku mencintaimu. Aku pun berharap, atas dasar cinta Allah pulalah adik mencintaiku. Karena hanya dengan cinta karena Allah, cinta ini akan terus berbunga dan mewangi selamanya.

Cinta hakiki adalah cinta kepada zat yang menciptakan cinta itu sendiri, begitu seorang bijak berkata. Cinta tidak dirasa tanpa pengorbanan, kasih sayang bukan sekedar untaian kata-kata indah, dan kerinduan yang terus takkan pernah terwujud jika hanya sebatas pemanis bibir, tambah sang bijak.

Langit akan selamanya cerah, bila kita suburkan cinta ini. Mentari takkan pernah bosan bersinar selama kasih antara kita tetap terpatri dan rembulan pun tetap tersenyum, selama kita isi hari-hari dengan segala keceriaan yang jujur.

Tak terasa, malam semakin larut dik. Baru saja kudengar dentang jam alarm di Hape mu berbunyi lagu syalawat Nurul Musthofa. Sementara tangan ini masih asik dengan laptop dan papan keyboardnya. Kan kutulis semua rasa bathinku malam ini, semua keindahan, kehangatan, dan hidup dibawah naungan cinta bersamamu karena Allah.

Malam ini, ada tangis dihatiku yang tidak mungkin aku curahkan padamu. Karena aku tahu, kaupun sudah cukup sering menangis dan kadang menahan tangismu agar tidak terlihat olehku. Jadi, mana mungkin aku menambahinya dengan air mataku yang mulai menggenang di bibir kelopak mataku selama ini. Aku tau kan isi hatimu, tapi aku coba untuk mengerti keinginanmu.

Sebagai suami, aku merasa belum mampu membahagiakanmu dik. Nafkah yang kuberikan kepadamu setiap bulan, tidak pernah cukup bahkan untuk dua minggu pun. Sehingga untuk keperluan dua minggu berikutnya, aku harus meminjamnya dari teman-temanku tanpa sepengetahuanmu dan aku hanya membisikimu, "rizqumminallaah".

Setahun kita menikah, tak sehelaipun pakaian kubelikan untukmu. Bahkan aku sering menangis, saat mengajakmu pergi. Sedikit waktu yang kuberikan untuk kita berjalan-jalan, karena aku selalu disibukkan dengan segala urusanku, tak peduli hari libur. Aku selalu berharap adik tampil cantik dan segar sepanjang hari, tapi tak pernah kubelikan adik alat-alat kecantikan. Dan yang terakhir, aku tak kuasa mengingatnya dik, meski berat kita harus melalui saat-saat kita makan dengan makanan seadanya, bahkan tidak jarang kita hanya memakan mie dan nasi saja. Waktu itu adik bilang, "Biarlah bang, adik lebih rela makan sedikit dan seadanya daripada kita harus berhutang, karena hidup tidak akan tenteram dan selalu merasa dikejar-kejar dengan hutang".

Kita berharap di tahun depan ini, tumbuh bunga kecil akan hadir di tengah kita dik. Akankah aku, ayahnya, membiarkannya tumbuh dengan apa adanya seperti yang aku lakukan terhadapmu dik. Bersyukurlah ia karena mempunyai ibu yang sholehah dan selalu menjaga kedekatannya dengan Allah. Karena, walau gizi yang diberikannya kelak tidak sebanyak kebanyakan anak-anak lainnya, tetapi ibunya akan mengalirkan gizi takwa dihatinya, mengenalkan Allah sebagai Rabb-nya, Muhammad sebagai tauladannya dan mengajarkan Al Qur'an sebagai petunjuk jalannya kelak. Ibunya akan mengajarkan kebenaran kepadanya sehingga mampu membedakan mana hak dan mana bathil,

Dik, jika ia lahir nanti, sirami hatinya dengan dzikir, suburkan jiwanya dengan lantunan ayat-ayat suci Al Qur'an, hangatkan tubuhnya dengan keteguhan menjalankan dinnya, baguskan pula hatinya dengan mengajarkannya bagaimana mencintai Allah dan Rasul-Nya, ajarkan juga ia berbuat baik kepada orangtua dan orang lain, bimbinglah ia dengan ilmu yang kau punya, sehingga dengan ilmu itu ia tidak menjadi orang yang tertindas. Jadikan jujur sebagai pengharum mulutnya serta kata-kata yang benar, baik, lembut dan mulia sebagai penghias bibirnya. Sematkan kesabaran dalam setiap langkahnya, taburi pula benih-benih cinta di dadanya agar ia mampu mengukir cinta dan kasih sayang dalam setiap perilakunya, dan yang terakhir kenakan takwa sebagai pakaiannya setiap hari.


Jika demikian, Insya Allah harapan dan do'a kita untuk tetap bersama sampai di surga kelak akan lebih mudah kita gapai. Aku berharap, engkau membaca Artikel yang kuselipkan di Browser Internet Laptopmu ini. Dan jika kau telah membacanya esok pagi, jangan katakan apapun kecuali ciuman hangat di tanganku. Karena dengan begitu, aku tahu kau telah membacanya." SELAMAT ULANG TAHUN PERNIKAHAN KITA YANG Ke-2, SAYANGKU Dik DINI . Semoga kita tetap bahagia dan tentram selalu. Amiinn .....

Selasa, 06 Januari 2009

Selamat ULTAH Perkawinan

Doa Untuk Kekasih.....


Allah yang Maha Pemurah...

Terima kasih Engkau telah menciptakan dia
dan mempertemukan saya dengannya.

Terima kasih untuk saat - saat indah
yang dapat kami nikmati bersama.

Terima kasih untuk setiap pertemuan
yang dapat kami lalui bersama.

Saya datang bersujud dihadapanMU...

Sucikan hati saya ya Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencanaMU dalam hidup saya.

Ya Allah, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya, janganlah biarkan saya merindukan kehadirannya...
janganlah biarkan saya, melabuhkan hati saya dihatinya..
kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya dan jauhkan dia dari relung hati saya...

Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini dengan kasih dari dan padaMU yang tulus, murni...
dan tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.

Tetapi jika Engkau ciptakan dia untuk saya...
ya Allah tolong satukan hati kami...
bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya...
berikan saya kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya...

Ridhoi dia, agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya
sebagaimana telah Engkau ciptakan...

Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh - sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia...

Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doa saya ini...
lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan kehendakMU...

Allah yang Maha kekal, saya mengerti bahwa Engkau senantiasa memberikan yang terbaik untuk saya...
luka dan keraguan yang saya alami, pasti ada hikmahnya.

Pergumulan ini mengajarkan saya untuk hidup makin dekat kepadaMU untuk lebih peka terhadap suaraMU yang membimbing saya menuju terangMU...

Ajarkan saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan....

Jadikanlah kehendakMU dan bukan kehendak saya yang menjadi dalam setiap bagian hidup saya...


Ya Allah ... Ya robb ... Di hari Ulang Tahun Perkawinan kami yang pertama ini (06 Januari 2009), kami sangat bersyukur telah mendapatkan salah satu kado dari Mu sebuah rumah mungil untuk kami tempati tepat pada tanggal pernikahan kami ini. Mudahan2 rumah ini bisa memberikan kami ketentraman dan kenyamanan untuk kami tempati dan untuk beribadah padaMu....

Ya Allah..., kami juga memohon padaMu semoga kami juga diberikan keturunan yang soleh dan soleha, kesehatan, umur panjang dan rizqy yang tak pernah putus dari Mu...

Ya Allah, semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan permohonanku.

Amien.

Selamat Ulang Tahun Perkawinan yang Pertama, Istriku .......



Imam <> Fitri